Dari Seorang Bunda Theresa yang Rendah Hati

Suatu hari ada empat buah lilin yang menyala dalam sebuah ruangan yang gelap.

Lilin pertama berkata, “Aku adalah Damai. Namun, manusia tidak mampu menjagaku maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Lilin Damai pun padam.

Lilin kedua berkata, “Aku adalah Iman. Tetapi, aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenal ku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.” Lilin Iman pun padam.

Lilin ketiga berkata, “Aku adalah Cinta. Tapi, tak mampu lagi aku menyala. Manusia tidak lagi membutuhkan aku. Mereka saling membenci, bahkan mereka membenci yang mencintainya, membenci keluarganya.” Maka tak lama kemudian, Lilin Cinta pun padam.

Lalu tiba-tiba seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga lilin itu padam. Karena ketakutan berada di ruangan yang gelap, anak itu pun berkata, “Apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala!! Aku takut dalam kegelapan!!!” Lalu anak ini menangis tersedu-sedu.

Dengan terharu, lilin keempat berkata, ” Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya, karena aku Lilin HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya dengan sukacita dan terangpun kembali hadir. Apa yang tidak pernah mati hanyalaj Harapan yang ada dalam hati kita, yang senantiasa mampu menghidupkan kembali Iman, Damai dan Cinta.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s